Oknumbidan DA yang diduga melakukan penggelapan mobil rental dihadirkan pada ekspos oleh pihak Polresta Bandar Lampung, Selasa 3 Agustus 2022. Sebelum ekspos, Rabu (3/8/2022) oknum bidan tersebut KasatReskrim Polres Manokwari yang dikonfirmasi melalui Banit Pidum Briptu Saiful Aziz mengaku timnya telah menangkap dan mengamankan 2 terduga pelaku dalam dugaan kasus penggelapan uang kurang lebih senilai Rp.200 Juta. Dua orang terduga itu diantaranya pria berinisial MR (30) dan teman wanitanya BS (21). Dhanidilaporkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan uang pada Rabu (26/9). Tertulis dalam surat laporan, suami penyanyi Mulan Jameela itu terjerat utang sebesar Rp 200 juta yang ia dapatkan dari seorang pengusaha Surabaya, Jaeni Ilyas. TRIBUNPAPUACOM - Unit Reskrim Kepolsian Sektor Jayapura Selatan menyerahkan pria berinisial TH (39) atas kasus Penggelapan uang sebesar Rp 200 juta lebih ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura, Selasa (23/3/2021). 34, otak pembunuhan bos PT Dwiputra Tirta Jaya berinisial S, 51, mengeluarkan uang hingga Rp 200 juta untuk menyewa jasa pembunuh bayaran. Angka tersebut terbilang besar, apalagi jika dibandingkan dengan pekerjaan NL yang hanya menjabat sebagai admin keuangan di perusahaan korban. RfaKZa. Sidrap - Seorang wanita bandar arisan berinisial F 37 di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan Sulsel dilaporkan ke polisi atas kasus penggelapan dana dan penipuan. Sebanyak 48 orang mengaku sebagai korban arisan bodong dengan total kerugian Rp 530 juta."Iya, kami sudah menerima laporan arisan bodong, ada satu pelapor dengan jumlah korban 48 orang," ungkap Kasi Humas Polres Sidrap AKP Zakariah kepada detikSulsel, Kamis 8/6/2023.Zakariah mengatakan nominal kerugian yang dialami korban dalam kasus dugaan penggelapan dana dan penipuan bervariasi. Ada yang melapor diduga ditipu mulai dari Rp 10 juta hingga mencapai Rp 70 juta. "Data sementara total kerugian Rp 530 juta. Yang terlapor berinisial F. Kita masih sementara pengembangan untuk penyelidikannya," satu korban arisan bodong inisial T menyampaikan, salah satu rekannya melaporkan kasus ini ke Polres Sidrap. Namun dia menegaskan jika total korban sebanyak 48 orang."Ada satu yang melapor. Tetapi ada 48 orang jadi korban," ungkap melanjutkan kebohongan bandar arisan itu terbongkar saat terlapor pergi membawa uang tunai hasil arisannya. Padahal terlapor belum pernah membayar uang pemenang arisan."Muncul kasus bahwa kami semua kena tipu pada saat dia berangkat ke Samarinda. Dia merekam perjalanan di atas kapal, pas sampai di Samarinda keterangan suaminya langsung menyebar katanya handphonenya hilang, berkas-berkas hilang, sama uang Rp 40 juta lebih," member arisan pun merasa tertipu. F dituding sengaja membawa uang tunai kemudian mengaku uang tersebut hilang."Jadi kami semua berpikir kenapa uang tunai arisan dibawa kemana-mana. Kenapa tidak disimpan di ATM. Jadi kalau memang kecopetan cuman ATM hilang, uangnya masih aman," sisi lain menurut dia, para member yang telah menang arisan juga tidak mau lagi ikut arisan. Sehingga member yang belum menang pun ikut dirugikan."Ini yang melapor yang belum menang, itu yang sudah menang mau semua mi keluar dari grup arisan karena begitu mi karena tidak mau juga bayar lagi," mengatakan terlapor merupakan pengusaha yang mengelola arisan secara online. Saat tiba waktu untuk menentukan pemenang arisan, maka dia hanya akan melakukan secara live di facebook."Arisan online. Nda pernah ketemu. Dia melot tengah malam, tidak mau dilihat," dari investasi yang dianggap bodong tersebut ke setiap member beragam. Ada yang mulai Rp 7 juta hingga puluhan juta."Saya sendiri bayar Rp 7 juta. Ada dari Bulukumba sudah bayar Rp 70 juta," jelasnya. Simak Video "Arisan Bodong di Tasik, Total Kerugian Korban Capai Rp 4 Miliar" [GambasVideo 20detik] sar/asm Ilustrasi Tangan Di Borgol. Polresta Tangerang menangkap seorang perempuan berinisial MSM 39 tahun terkait kasus penggelapan uang perusahaan tempatnya bekerja. Diduga jumlah uang yang digelapkan mencapai Rp600 juta. TANGERANG - Polresta Tangerang menangkap seorang perempuan berinisial MSM 39 tahun terkait kasus penggelapan uang perusahaan tempatnya bekerja. Diduga jumlah uang yang digelapkan mencapai Rp600 juta. Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini mengatakan, MSM ditangkap lantaran melakukan tindak pidana penggelapan saat bekerja sebagai kasir di PT Sumber Batu yang berlokasi di Jalan Raya Serang, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Pihaknya menerima laporan dari perusahaan terkait adanya dugaan tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh karyawannya. Pihak perusahaan, kata Zamrul, mulanya curiga saat sedang melakukan audit keuangan. Tercatat adanya ketidaksesuaian antara jumlah pemasukan dengan jumlah barang yang terjual. "Laporan yang kami dapat, pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 662 juta," kata Zamrul kepada wartawan, Senin 20/6/2022. Namun, Zamrul mengatakan, saat pemeriksaan, MSM menyangkal tuduhan angka yang disebutkan oleh perusahaan. MSM menyebut tidak menggelapkan uang sebesar itu. Pengakuan darinya, jumlah uang yang digelapkan hanya sekitar Rp 125 juta. "Dia pelaku juga mengaku telah menggunakan uang itu untuk keperluan pribadi," tuturnya. Atas perbuatannya, MSM dijerat Pasal 374 KUHP dan atau 372 KUHP tentang Dugaan Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan dan atau Penggelapan. Adapun ancaman hukumannya lima tahun penjara. Bagian legal consulting sebuah perusahaan memang sering kali berhadapan dengan berbagai kasus hukum yang dilakukan oleh karyawan maupun klien. Jika anda masih awam dengan kasus penggelapan uang perusahaan atau ternyata sedang mengalaminya. Nah, simak pasal penggelapan uang yang bisa anda gunakan untuk menjerat tersangka. Definisi Penggelapan Banyak orang yang sering salah menyangka bahwa kasus penggelapan uang sama dengan kasus penipuan, padahal ini berbeda. Penggelapan uang adalah sebuah perbuatan yang dilakukan dengan cara mengambil barang milik orang lain baik sebagian maupun keseluruhan dengan penguasaan barang tersebut sudah menjadi hak pelaku. Uniknya, penguasaan barang terjadi secara sah. Mungkin anda bingung bagaimana sebuah kepemilikan atas penggelapan dianggap sah? Langsung saja ke contoh misalnya pemilik barang asli menitipkan barang ke seseorang yang nantinya disebut sebagai pelaku. Nah, penguasaan barang tersebut sudah menjadi milik pelaku misalnya dilandasi tugas atau jabatan. Jadi, secara sederhana kasus penggelapan uang perusahaan bertujuan mengubah kepemilikan uang perusahaan ke kepemilikan pribadi. Kasus penggelapan uang perusahaan umumnya diatur dalam KUHP Pasal 372. KUHP merupakan akronim dari Kitab Undang – Undang Hukum Pidana yang merupakan peraturan perundang – undangan dan sudah menjadi dasar penegakan hukum pidana di Indonesia. Lalu, apa bedanya penggelapan dengan penipuan uang? Penipuan merupakan jenis kasus yang sudah diatur dalam KUHP Pasal 378. Nah, penipuan merupakan sebuah cara yang diakukan untuk memperkaya atau menguntungkan diri sendiri dengan cara melawan hukum. Penipuan bisa dilakukan menggunakan nama palsu, penggerakan masa bahkan memberi hutang dengan tujuan menghapuskan piutang. Pasal Penggelapan Uang Perusahaan Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya penggelapan uang perusahaan akan masuk ke dalam ranah hukum pidana. Nah, sebagai pihak perusahaan dapat melaporkan ini ke kepolisian dengan dasar pasal 372 KUHP yang bisa memenjarakan pelaku maksimal 5 tahun kurungan penjara. Selain itu, lebih lanjut lagi pembahasan tentang kasus penggelapan uang juga diatur dalam KUHP Pasal 373 – 377. Pasal 372 KUHP membahas tentang definisi dari penggelapan dengan ketentuan lama pidana penjara maksimal empat tahun atau pidana denda dengan nominal maksimal 900 rupiah. Pasal 373 KUHP membahas lebih detail bahwa penggelapan yang dimaksud dalam pasal 372 bukanlah penggelapan ternak dan jumlahnya tidak lebih dari Rp. 25 bisa dipidana dengan penjara maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp. 250. Pasal 374 KUHP membahas tentang tindakan penggelapan yang dilakukan karena adanya hubungan kerja atau ada pengambilan upah untuk hal tersebut dapat dipenjara maksimal 5 tahun. Sedangkan pasal 375 KUHP menjelaskan tentang penggelapan yang dilakukan karena keterpaksaan akibat diberikan barang dengan tujuan disimpan maka pelaku dipidana maksimal selama 6 tahun kurungan. Atasi Permasalahan Penggelapan Uang Dengan Justika! Permasalahan penggelapan uang menjadi hal yang cukup serius jika dibiarkan. Bahkan juga bisa masuk ke dalam ranah hukum. Sebelum itu, Anda bisa berkonsultasi menggunakan layanan Justika untuk membantu permasalahan penggelapan uang. Konsultasi ChatKini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan via TeleponUntuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp selama 30 menit atau Rp selama 60 via Tatap MukaKonsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah. Konsultasi Hukum Online 2023 29 December 2022 Konsultasi, Hukuman Penggelapan Uang 200 Juta menyediakan layanan konsultasi hukum online, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain guna kepentingan hukum klien di dalam maupun di luar pengadilan. Fokus praktek kami Penanganan Kasus Pidana, Perdata dan Tata Usaha Negara. Sejak... Selengkapnya Les prisonniers détenus dans les pénitenciers du pays sont forcés d'acheter leurs biens personnels à des prix plus élevés que ce que paie en général la population, en raison d'un texte de Brennan Neill, de CBC Montreal Les prisonniers fédéraux n’ont accès qu’au catalogue de l’entreprise britanno-colombienne Prototype Integrated Solutions pour commander leurs biens, un catalogue aussi utilisé par plusieurs autres agences et ministères fédéraux, notamment celui de la Défense nationale. Des centaines d'articles y sont offerts des vêtements, des produits électroniques, des produits d’hygiène personnelle ainsi que de l’équipement sportif. Mais un lanceur d’alerte détenu dans un pénitencier du Québec soutient que les prix du catalogue sont trop élevés et que les articles sont de piètre qualité. Les prix sont scandaleux, a-t-il dit en entrevue à CBC. Un homme a acheté une brocheuse, et la première fois qu’il l’a utilisée, elle s’est brisée dans ses mains. » Il rappelle qu’avant l’arrivée du catalogue, les détenus pouvaient acheter des biens en passant par un membre du personnel qui les commandait par la poste ou qui se rendait au magasin. Le Service correctionnel du Canada SCC indique pour sa part avoir commencé à utiliser le catalogue afin de réduire le temps passé par son personnel à s’acquitter de ces tâches, mais aussi pour uniformiser l’offre aux détenus, où qu’ils soient au pays. Le directeur général des Services techniques et installations du SCC, Ghislain Sauvé, explique qu’avec le catalogue, les prix sont les mêmes pour tous. [Le prix inscrit] couvre tous les coûts. Ainsi, lorsque vous payez un article, tout est couvert, la livraison, la manipulation. » Selon l’agence fédérale, tous les profits sont encaissés par l’entreprise. Jusqu'à deux fois plus cher Dans le catalogue examiné par CBC, les prix demandés pour une trentaine d'articles étaient plus élevés qu’ailleurs. Par exemple, le prix d’une veste en jeans trucker » de marque Levi’s était de 153,38 $ plus taxes. La même veste se vendait 108 $ sur le site de Levi’s. Ou encore, une télévision DEL de 19 pouces est vendue aux détenus pour 237,03 $, plus taxes. Une télévision similaire peut toutefois être achetée chez un détaillant pour 103,50 $. Le lanceur d’alerte dénonce aussi le fait que tous les CD offerts dans le catalogue coûtent 27,56 $ plus taxes, un bien qui peut facilement être acheté ailleurs à la moitié du prix, dit-il. » Ghislain Sauvé indique avoir également reçu des plaintes du personnel correctionnel au sujet des prix, qui, dit-il, avaient été préalablement approuvés par Services publics et Approvisionnement Canada. De forts prix pour de bas salaires Plusieurs prisonniers peinent à épargner pour acheter des biens personnels, soutient le détenu anonyme. Les détenus fédéraux n’ont le droit de recevoir que 750 $ par année de la part de leurs amis ou de leur famille. Et ils gagnent entre 5,25 $ et 6,90 $ par jour en travaillant dans les institutions carcérales. Les salaires n’ont pas augmenté depuis les années 80 », dénonce Jarrod Shook, un ancien prisonnier qui écrit maintenant pour le Journal of Prisoners on Prisons. Et avec l’inflation, les produits sont beaucoup plus chers. » Il demande à ce que les salaires soient ajustés afin de donner un meilleur pouvoir d’achat aux détenus. Jarrod Shook explique qu’il est important pour les prisonniers d’avoir des vêtements qu’ils peuvent porter après les heures de travail. » Le lanceur d’alerte et Jarrod Shook recommandent à Service correctionnel du Canada de revenir à l’ancien système, où des membres du personnel pouvaient trouver des articles à meilleur prix pour les détenus. Ghislain Sauvé soutient que l’agence gouvernementale a commencé à se pencher sur ce qu’elle fera lorsque le contrat avec Prototype Integrated Solutions prendra fin en mars 2020. À lire aussi Une quinzaine de prisonniers inondent le système de plaintes du SCC Servir du lait en poudre aux prisonniers n'est pas de la torture, dit un juge

hukuman penggelapan uang 200 juta