لَمۡ يَكُن. مِّنَ. ٱلسَّٰجِدِينَ. ١١. Surely We created you, 1 then shaped you, then said to the angels, “Prostrate before Adam,” so they all did—but not Iblîs, 2 who refused to prostrate with the others. Previous Surah. Beginning of Surah. Next Surah. Kalimatal-Asma'ul Husna sendiri "kebetulan° terdiri dari 11 huruf Arab.3 Kalimat ini disebutkan dalam 4 ayat pada 4 surat yang berbeda: 1. AI-A'raf (7:180) Surat al-Maidah ayat 103, menyebutkan 3 kata shalat, untuk yang ke-18,19, dan 20. Kodetifikasi juga ditunjukkan dengan bentuk 17 ayat per¬temuan kata Allah dengan kata shalat Menurutmereka, “ayat” yang di naskh itu adalah ayat Al-Quran yang mengandung ketentuan-ketentuan hukum. Penafsiran ini berbeda dengan penafsiran mereka yang menolak adanya naskh dalam pengertian terminologi tersebut dengan menyatakan bahwa “ayat” yang dimaksud adalah mukjizat para nabi.157 Mereka juga mengemukakan ayat 101 Surat Al-Nahl: SuratAl-Isra: Ayat 9 (إِنَّ هَذَا القُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ). Hurur Jar Lam yang bertemu dengan (الَّتِي) hanya ada satu di dalam Al-Quran. Demikian 127 contoh huruf jar lam yang diambil dari Al-Quran Al-Karim. Semoga tulisan ringan ini bisa diambil pelajaran dan manfaatnya. SuratAl-A’raf Ayat 180 وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 180. CQb9. Demikianlah, seseorang terjerumus ke dalam neraka karena mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah dan tidak mengingat-Nya. Maka pada ayat ini, Allah mengingatkan agar kita tidak melalaikannya dan selalu memanggil-Nya dengan nama-nama-Nya yang terbaik. Dan hanya Allah Yang memiliki al-Asma al-Husna, yakni nama-nama terbaik yang menunjukkan keagungan dan kemahasempurnaan-Nya, maka berdoalah dan bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya, yaitu al-Asma al-Husna itu. Dan tinggalkanlah serta waspadalah terhadap orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dengan menyalahartikan nama-nama-Nya. Jangan dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat keagungan Allah, atau dengan memakai al-Asma al-Husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan al-Asma al-Husna untuk nama-nama selain Allah. Mereka kelak, di dunia atau di akhirat, akan mendapat balasan yang sesuai dengan kadar kedurhakaan mereka disebabkan apa yang telah mereka Husna artinya nama-nama Allah yang paling baik, paling luas, dan paling dalam pengertiannya, sebagaimana sabda Rasulullah "Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafalnya masuklah dia ke surga." Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Jumlah sembilan puluh sembilan itu tidaklah berarti batas jumlah, sesungguhnya nama Allah itu tidaklah terbatas. Dalam Al-Quran nama Allah lebih dari jumlah angka tersebut. Nama-nama itu merupakan sifat dari zat Allah Yang Maha Esa, bukan zat Tuhan yang dikira orang musyrikin. Mengenai Asmaul Husna yang sembilan puluh sembilan itu diriwayatkan oleh at-Tirmizi dan al-Hakim dari jalan sanad al-Walid bin Muslim sebagai berikut Dialah Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia. 1 Yang Maha Pengasih, 2 Yang Maha Penyayang, 3 Maharaja, 4 Yang Mahasuci, 5 Maha Sejahtera, 6 Yang Maha Menenteramkan, 7 Yang Maha Memelihara, 8 Yang Mahaperkasa, 9 Yang Mahakuasa, 10 Yang Maha Memiliki Kebesaran, 11 Yang Maha Menciptakan, 12 Yang Mengadakan, 13 Yang Membentuk Rupa, 14 Yang Maha Pengampun, 15 Yang Maha Mengalahkan, 16 Yang Maha Pemberi, 17 Yang Maha Memberi Rezeki, 18 Yang Maha Memberi Keputusan, 19 Yang Maha Mengetahui, 20 Yang Maha Membatasi Rezeki, 21 Yang Maha Melapangkan Rezeki, 22 Yang Maha Merendahkan, 23 Yang Maha Meninggikan, 24 Yang Maha Menjadikan Mulia, 25 Yang Menjadikan Hina, 26 Yang Maha Mendengar, 27 Yang Maha Melihat, 28 Yang Jadi Hakim, 29 Yang Mahaadil, 30 Yang Mahahalus, 31 Yang Mahateliti, 32 Yang Mahasantun, 33 Yang Mahaagung, 34 Yang Maha Mengampuni, 35 Yang Maha Mensyukuri, 36 Yang Mahatinggi, 37 Yang Mahabesar, 38 Yang Maha Memelihara, 39 Yang Maha Penentu Waktu, 40 Yang Maha Membuat Perhitungan, 41 Yang Penuh Kebesaran, 42 Yang Maha Pemurah, 43 Yang Jadi Pengawas, 44 Yang Maha Mengabulkan, 45 Yang Mahaluas, 46 Yang Maha Bijaksana, 47 Yang Maha Mencintai,48Yang Mahamulia, 49 Yang Maha Membangkitkan, 50 Yang Maha Menjadi Saksi, 51 Yang Penuh Kebenaran, 52 Yang Maha Menjadi Tempat Bertawakkal, 53 Yang Mahakuat, 54 Yang Mahakokoh, 55 Yang Maha Melindungi, 56 Yang Maha Terpuji, 57 Yang Maha Menghitung, 58 Yang Maha Menciptakan, 59 Yang Maha Mengembalikan, 60 Yang Menghidupkan, 61 Yang Mematikan, 62 Yang Maha Hidup, 63 Yang Berdiri Sendiri, 64 Yang Maha Menemukan, 65 Yang Mahamulia, 66 Yang Mahamandiri, 67 Yang Maha Esa, 68 Yang Maha Tumpuan, 69 Yang Maha Kuasa, 70 Yang Maha Menentukan, 71 Yang Maha Mendahulukan, 72 Yang Maha Mengakhirkan, 73 Yang Mahaawal, 74 Yang Mahaakhir, 75 Yang Mahanyata, 76 Yang Maha Tersembunyi, 77 Yang Maha Melindungi, 78 Yang Maha Meninggikan, 79 Yang Maha Pelimpah Kebajikan, 80 Yang Maha Penerima Tobat, 81 Yang Maha Pembalas, 82 Yang Maha Pemaaf, 83 Yang Maha Penyantun, 84 Yang Memiliki Kekuasaan, 85 Yang Maha Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, 86 Yang Mahaadil, 87 Yang Menghimpun, 88 Yang Mahakaya, 89 Yang Maha Memberi Kekayaan, 90 Yang Maha Mencegah, 91 Yang Maha Pemberi Mudarat, 92 Yang Maha Pemberi Manfaat, 93 Yang Maha Bercahaya, 94 Yang Maha Pemberi Petunjuk, 95 Yang Maha Pencipta Keindahan, 96 Yang Mahakekal, 97 Yang Maha Mewarisi, 98 Yang Maha Pemberi Bimbingan, 99 Yang Mahasabar. Riwayat at-Tirmizi dan al-Hakim Terjemahan nama-nama Allah sesungguhnya tidak dapat diterjemahkan secara tepat. Terjemahan ini sekedar untuk menjelaskan maknanya sesuai dengan keterbatasan bahasa Indonesia. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menyebutkan nama-nama yang paling baik ini dalam berdoa dan berzikir. Karena dengan berdoa dan berzikir itu mereka selalu ingat kepada Allah, dan iman mereka bertambah hidup dan subur dalam jiwa mereka Dalam pada itu Allah memerintahkan pula kepada orang-orang yang beriman agar mereka meninggalkan perilaku orang-orang yang menyimpangkan pengertian nama-nama Allah dari pengertian yang benar, misalnya dengan memberikan tawil atau memutar-balikkan pengertian sehingga mengaburkan kesempurnaan yang mutlak dari sifat-sifat Allah. Mereka yang berbuat demikian kelak akan ditimpa azab Allah. Penyimpangan atau penyelewengan dari nama-nama Allah Yang Maha Sempurna itu bermacam-macam bentuknya, antara lain 1. Memberikan nama kepada Allah dengan nama yang tidak terdapat dalam Al-Quran ataupun dalam hadis Rasul yang sahih. Semua ulama sepakat bahwa nama dan sifat Allah itu harus didasarkan atas penjelasan Al-Quran dan hadis Rasul tauqifi. 2. Menolak nama-nama dan sifat-sifat yang telah ditetapkan oleh Allah untuk zat-Nya, atau menolak untuk menisbahkan suatu perbuatan kepada Allah karena memandang yang demikian itu tidak patut bagi kesucian-Nya atau mengurangi kesucian-Nya. Mereka yang menolak ini memandang diri mereka seolah-olah lebih mengetahui dari Allah dan Rasul-Nya, mana yang layak dan mana yang tidak layak bagi Allah. 3. Menamakan sesuatu selain Allah dengan nama yang hanya layak bagi Allah. 4. Memutar-balikkan nama dan sifat-sifat Allah dengan penafsiran sendiri sehingga keluar dari pengertian dan maksud yang sebenarnya, seperti paham yang mengatakan bahwa sifat-sifat Allah sama dengan sifat manusia, seperti mendengar, melihat, berkata-kata, punya muka, tangan, kaki, tertawa, marah, senang dan sebagainya. Kendati Allah memiliki sifat mendengar, melihat dan sebagainya, namun mendengarnya Allah tidak sama dengan mendengarnya makhluk, melihatnya Allah tidak sama dengan melihatnya makhluk. Atau paham yang memberikan takwil terhadap sifat-sifat Allah sedemikian rupa sehingga sifat Allah itu tidak memilikik arti sama sekali. 5. Mempersekutukan Allah dengan sembahan selain Allah dalam segi nama yang khusus untuk Allah. Seperti memakai lafal Allah untuk sebuah berhala atau kata Rabbul alamin. Dalam Al Quran, surat Al Araf berada di urutan ke-7 dengan 206 ayat dan digolongkan sebagai surat Makkiyah. Surat ini diturunkan sebelum Al Anam dan sesudah surat dalam buku Tafsir Al-Quranul Majid An-Nur oleh Teungku Muhammad Hasbi, isi kandungan surat Al Araf fokus pada dasar-dasar dakwah Islam, yaitu, tauhid, menetapkan adanya hari kebangkitan, dan bukti kekuasaan satu ayat yang membahas hal tersebut adalah ayat 180, yang berbunyiوَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖArtinya Dan Allah memiliki Asma'ul-husna nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka ini mengandung banyak hikmah dan amanat yang bisa dipetik. Maka dari itu umat Muslim ada baiknya memahami kandungan surat Al Araf ayat 180 serta asbabun Surat Al Araf Ayat 180Berdasarkan situs resmi Kementerian Agama RI, surat Al Araf ayat 180 mengingatkan umat Muslim agar tidak mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah dan selalu memanggil-Nya dengan nama-nama-Nya yang Allah yang memiliki asma yang menunjukan keagungan dan kesempurnaan-Nya. Jadi, sudah sepatutnya umat Muslim berdoa kepada-Nya dengan menyebutkan Asmaul Husna. Selain itu, umat Muslim juga harus meneladani nama-nama Allah agar dapat menjadi individu yang lebih Muslim juga harus waspada terhadap orang-orang musyrik yang menyimpang dari kebenaran Asmaul Husna. Jangan membalas orang-orang yang menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat Allah atau menyebut-Nya dengan tujuan untuk menodai nama mereka yang menafsirkan nama-nama Allah dengan sifat makhluk ciptaan-Nya. Atau sebagaimana mereka mengubah-ubah nama Allah agar sama dengan makhluk yang mengabaikan keesaan Allah dan tidak mengingat-Nya akan terjerumus dalam neraka. Mereka akan mendapat balasan di dunia akhirat akibat perbuatan dan ucapan mereka orang yang tidak menyimpang dari jalan kebaikan dan selalu mengingat Allah akan menjadi penghuni Nuzul Surat Al Araf Ayat 180Mengutip dari buku Asbabun Nuzul Sebab-Sebab Turunya Ayat Al-Qur’an oleh Imam As Suyuthi, ayat ini turun untuk seorang laki-laki Muslim yang sedang berdoa dalam shalatnya “Ya Rahman, Ya Rahim”.Lalu, orang-orang musyrik datang dan berkata, “Muhammad dan para sahabatnya menyatakan bahwa mereka hanya menyembah satu tuhan, lalu bagaimana dengan perkataan pemuda itu yang menyebut dua Tuhan?”Kemudian surat Al Araf ayat 180 diturunkan untuk membantah pertanyaan orang musyrik tersebut dengan menegaskan Asmaul Husna adalah mutlak milik Allah SWT dan bukan milik selain daripada-Nya. Sebagaimana disebutkan oleh laki-laki Muslim tersebut dua nama baik Allah yakni Ar Rahman yang artinya Yang Maha Pengasih dan Ar Rahim yang artinya Yang Maha Penyayang. 7. QS. Al-A’raf Tempat Yang Tertinggi 206 ayat وَمِمَّنۡ خَلَقۡنَاۤ اُمَّةٌ يَّهۡدُوۡنَ بِالۡحَـقِّ وَبِهٖ يَعۡدِلُوۡنَ Wa mimman khalaqnaaa ummatuny yahduuna bilhaqqi wa bihii ya'diluun 181. Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan dasar kebenaran, dan dengan itu pula mereka berlaku adil. وَالَّذِيۡنَ كَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَا سَنَسۡتَدۡرِجُهُمۡ مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُوۡنَ Wallaziina kazzabuu bi Aayaatinaa sanastadrijuhum min haisu laa ya'lamuun 182. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur ke arah kebinasaan, dengan cara yang tidak mereka ketahui. وَاُمۡلِىۡ لَهُمۡ ‌ؕ اِنَّ كَيۡدِىۡ مَتِيۡنٌ Wa umlii lahum; inna kaidii matiin 183. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh. اَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُوۡا‌ ۗ مَا بِصَاحِبِهِمۡ مِّنۡ جِنَّةٍ‌ؕ اِنۡ هُوَ اِلَّا نَذِيۡرٌ مُّبِيۡنٌ Awalam yatafakkaruu maa bisaahibihim min jinnah; in huwa illaa naziirum mubiin 184. Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka Muhammad tidak gila. Dia Muhammad tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas. اَوَلَمۡ يَنۡظُرُوۡا فِىۡ مَلَـكُوۡتِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ مِنۡ شَىۡءٍ ۙ وَّاَنۡ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنَ قَدِ اقۡتَرَبَ اَجَلُهُمۡ‌ ۚ فَبِاَىِّ حَدِيۡثٍۢ بَعۡدَهٗ يُؤۡمِنُوۡنَ Awalam yanzuruu fii malakuutis samaawaati wal ardi wa maa khalaqal laahu min shai'inw wa an 'asaaa ai yakuuna qadiqtaraba ajaluhum fabi aiyi hadiisim ba'dahuu yu'minuun 185. Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu kebinasaan mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai? مَنۡ يُّضۡلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَادِىَ لَهٗ ‌ؕ وَ يَذَرُهُمۡ فِىۡ طُغۡيَانِهِمۡ يَعۡمَهُوۡنَ Mai yadlilil laahu falaa haadiyaa lah; wa yazaruhum fii tughyaanihim ya'mahuun 186. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan. يَسۡـَٔـــلُوۡنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرۡسٰٮهَا ‌ؕ قُلۡ اِنَّمَا عِلۡمُهَا عِنۡدَ رَبِّىۡ‌ ۚ لَا يُجَلِّيۡهَا لِوَقۡتِهَاۤ اِلَّا هُوَۘ ‌ؕ ثَقُلَتۡ فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ لَا تَاۡتِيۡكُمۡ اِلَّا بَغۡتَةً ‌ ؕ يَسۡـــَٔلُوۡنَكَ كَاَنَّكَ حَفِىٌّ عَنۡهَا ؕ قُلۡ اِنَّمَا عِلۡمُهَا عِنۡدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يَعۡلَمُوۡنَ Yas'aluunaka 'anis Saa'ati aiyaana mursaahaa qul innamaa 'ilmuhaa 'inda Rabbii laa yujallaiihaa liwaqtihaaa illaa Huu; saqulat fis samaawaati wal ard; laa taatiikum illaa baghtah; yas'aluunaka ka annaka hafiyyun 'anhaa qul innamaa 'ilmuhaa 'indal laahi wa 187. Mereka menanyakan kepadamu Muhammad tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. Kiamat itu sangat berat huru-haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah Muhammad, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." قُلْ لَّاۤ اَمۡلِكُ لِنَفۡسِىۡ نَـفۡعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ‌ ؕ وَلَوۡ كُنۡتُ اَعۡلَمُ الۡغَيۡبَ لَاسۡتَكۡثَرۡتُ مِنَ الۡخَيۡرِ ۖ ‌ۛۚ وَمَا مَسَّنِىَ السُّۤوۡءُ‌ ‌ۛۚ اِنۡ اَنَا اِلَّا نَذِيۡرٌ وَّبَشِيۡرٌ لِّقَوۡمٍ يُّؤۡمِنُوۡنَ Qul laaa amliku linafsii naf'anw wa laa darran illaa maa shaaa'al laah; wa law kuntu a'alamul ghaiba lastaksartu minal khairi wa maa massaniyas suu'; in ana illaa naziirunw wa bashiirul liqawminy yu'minuun 188. Katakanlah Muhammad, "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." هُوَ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ نَّـفۡسٍ وَّاحِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا لِيَسۡكُنَ اِلَيۡهَا‌ ۚ فَلَمَّا تَغَشّٰٮهَا حَمَلَتۡ حَمۡلًا خَفِيۡفًا فَمَرَّتۡ بِهٖ‌ ۚ فَلَمَّاۤ اَثۡقَلَتۡ دَّعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَٮِٕنۡ اٰتَيۡتَـنَا صَالِحًا لَّـنَكُوۡنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيۡنَ Huwal lazii khalaqakum min nafsinw waahidatinw wa ja'ala minhaa zawjahaa liyas kuna ilaihaa falammaa taghash shaahaa hamalat hamlan khafiifan famarrat bihii falammaaa asqalad da'awal laaha Rabbahumaa la'in aayaitanaa saalihal lanakuu nanna minash shaakire 189. Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu Adam dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan beberapa waktu. Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya suami istri bermohon kepada Allah, Tuhan Mereka seraya berkata, "Jika Engkau memberi kami anak yang shalih, tentulah kami akan selalu bersyukur." فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمَا صَالِحًـا جَعَلَا لَهٗ شُرَكَآءَ فِيۡمَاۤ اٰتٰٮهُمَا‌ ۚ فَتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشۡرِكُوۡنَ Falammaaa aataahumaa saalihan ja'alaa lahuu shurakaaa'a fiimaaa aataahumaa; fata'aalal laahu 'ammaa yushrikuun 190. Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang shalih, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. اَيُشۡرِكُوۡنَ مَا لَا يَخۡلُقُ شَيۡـًٔـــا وَّهُمۡ يُخۡلَقُوۡنَ‌ A yushrikuuna maa laa yakhluqu shai'anw wa hum yukhlaquun 191. Mengapa mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal berhala itu sendiri diciptakan. وَلَا يَسۡتَطِيۡعُوۡنَ لَهُمۡ نَـصۡرًا وَّلَاۤ اَنۡفُسَهُمۡ يَنۡصُرُوۡنَ Wa laa yastatii'uuna lahum nasranw wa laaa anfusahum yansuruun 192. Dan berhala itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan. وَاِنۡ تَدۡعُوۡهُمۡ اِلَى الۡهُدٰى لَا يَتَّبِعُوۡكُمۡ‌ ؕ سَوَآءٌ عَلَيۡكُمۡ اَدَعَوۡتُمُوۡهُمۡ اَمۡ اَنۡـتُمۡ صٰمِتُوۡنَ Wa in tad'uuhum ilalhudaa laa yattabi'uukum; sawaaa'un 'alaikum a-da'awtumuuhum am antum saamituun 193. Dan jika kamu wahai orang-orang musyrik menyerunya berhala-berhala untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja hasilnya buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri. اِنَّ الَّذِيۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ عِبَادٌ اَمۡثَالُـكُمۡ‌ فَادۡعُوۡهُمۡ فَلۡيَسۡتَجِيۡبُوۡا لَـكُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ Innal laziina tad'uuna min duunil laahi 'ibaadun amsaalukum fad'uuhum fal yastajiibuu lakum in kuntum saadiqiin 194. Sesungguhnya mereka berhala-berhala yang kamu seru selain Allah adalah makhluk yang lemah yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar. اَلَهُمۡ اَرۡجُلٌ يَّمۡشُوۡنَ بِهَآ ۖ اَمۡ لَهُمۡ اَيۡدٍ يَّبۡطِشُوۡنَ بِهَآ ۖ اَمۡ لَهُمۡ اَعۡيُنٌ يُّبۡصِرُوۡنَ بِهَآ ۖ اَمۡ لَهُمۡ اٰذَانٌ يَّسۡمَعُوۡنَ بِهَا‌ ؕ قُلِ ادۡعُوۡا شُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ كِيۡدُوۡنِ فَلَا تُنۡظِرُوۡنِ A lahum arjuluny yamshuuna bihaa am lahum aidiny yabtishuuna bihaaa am lahum a'yunuy yubsiruuna bihaaa am lahum aazaanuny yasma'uuna bihaa; qulid'uu shurakaaa'akum summa kiiduuni falaa tunziruun 195. Apakah mereka berhala-berhala mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah Muhammad, "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya untuk mencelakakanku, dan jangan kamu tunda lagi. اِنَّ وَلىِّۦَ اللّٰهُ الَّذِىۡ نَزَّلَ الۡـكِتٰبَ ‌ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيۡنَ‏ Inna waliyyial laahul lazii nazzalal Kitaaba wa Huwa yatawallas saalihiin 196. Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab Al-Qur'an. Dia melindungi orang-orang shalih. وَالَّذِيۡنَ تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِهٖ لَا يَسۡتَطِيۡعُوۡنَ نَـصۡرَكُمۡ وَلَاۤ اَنۡفُسَهُمۡ يَنۡصُرُوۡنَ‏ Wallaziina tad'uuna min duunihii laa yastatii'uuna nasrakum wa laaa anfusahum yansuruun 197. Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri." وَاِنۡ تَدۡعُوۡهُمۡ اِلَى الۡهُدٰى لَا يَسۡمَعُوۡا‌ ؕ وَتَرٰٮهُمۡ يَنۡظُرُوۡنَ اِلَيۡكَ وَهُمۡ لَا يُبۡصِرُوۡنَ Wa in tad'uuhum ilal hudaa laa yasm'uu wa taraahum yanzuruuna ilaika wa hum laa yubsiruun 198. Dan jika kamu menyeru mereka berhala-berhala untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat. خُذِ الۡعَفۡوَ وَاۡمُرۡ بِالۡعُرۡفِ وَاَعۡرِضۡ عَنِ الۡجٰهِلِيۡنَ khuzil 'afwa waamur bil'urfi waa'rid 'anil jaahiliin 199. Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. وَاِمَّا يَنۡزَغَـنَّكَ مِنَ الشَّيۡطٰنِ نَزۡغٌ فَاسۡتَعِذۡ بِاللّٰهِ‌ؕ اِنَّهٗ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ Wa immaa yanzaghannaka minash Shaitaani nazghun fasta'iz billaah; innahuu Samii'un Aliim 200. Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ Arab-Latin Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad'ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya'malụnArtinya Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Al-A'raf 179 ✵ Al-A'raf 181 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Mendalam Terkait Dengan Surat Al-A’raf Ayat 180 Paragraf di atas merupakan Surat Al-A’raf Ayat 180 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Diketemukan pelbagai penjabaran dari para ahli ilmu terhadap kandungan surat Al-A’raf ayat 180, antara lain seperti di bawah ini📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan Allah memiliki nama-nama yang paling baik yang menunjukan kesempurnaan keagunganNya,dan tiap-tiap namaNya adalah baik. Maka mintalah kepadaNya dengan nama-namaNya, apa yang kalian kehendaki. Dan tinggalakanlah orang-orang yang melakukan perubahan dalam nama-namaNya dengan menambahi atau mengurangi atau menyelewengkannya, seperti dengan cara menamai dengannya sesuatu yang tidak pantas menyandangnya, seperti penamaan kaum musyrikin dengannya terhadap tuhan-tuhan mereka atau diadakan untuknya makna yang tidak dikehendaki Allah dan rasulNya. karenanya,mereka akan diberi balasan atas perbuatan-perbuatan buruk mereka yang mereka lakukaan di dunia, seperti kekafiran kepada Allah dan penyelewengan terhadap nama-namaNya serta mendustakan RasulNya.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram180. Dan Allah mempunyai asmā`ul ḥusnā nama-nama yang terbaik yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan-Nya. Maka gunakanlah nama-nama itu untuk tawasul kepada Allah dalam meminta sesuatu yang kalian inginkan dan pujilah menggunakan nama-nama terbaik tersebut. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari jalan yang benar dalam memperlakukan nama-nama itu. Yaitu dengan menjadikannya sebagai nama untuk selain Allah, menafikannya dari Allah, menyelewengkan maknanya, atau menyerupakannya dengan selain Allah. Kami akan membalas orang-orang yang menyelewengkan nama-nama itu dari kebenaran dengan azab yang sangat pedih disebabkan apa yang telah mereka perbuat.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah180. Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah bagi-Nya dan menjauhi orang-orang yang ingkar dan musyrik, yaitu dengan menjelaskan Dia Semata yang memiliki segala nama yang mempunyai makna yang baik, dan karena kesempurnaan nama itu, sehingga Dia tidak diseru kecuali dengan nama tersebut; hal ini mencakup ketika seorang hamba menyeru-Nya untuk beribadah maupun berdoa. Kemudian Allah memerintahkan untuk berpaling dari seluruh orang yang mengingkari nama-nama-Nya. dan hakikat sesungguhnya dari pengingkaran nama-nama itu adalah menjadikannya bukan pada tempatnya; baik itu dengan menamai sesuatu yang tidak layak memiliki nama-nama tersebut, seperti orang-orang musyrik yang menamai berhala-berhala mereka dengan nama-nama itu, mengingkari makna-maknanya dan merubahnya, atau menafsirkan maknanya yang tidak dimaksudkan Allah dan Rasul-Nya. Allah mengancam orang-orang yang mengingkari nama-nama Allah bahwa mereka akan mendapat balasan perbuatan mereka dari Allah, Tuhan semesta dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah180. وَلِلّٰهِ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنَىٰ Hanya milik Allah asmaa-ul husna Yakni Allah memiliki nama-nama yang paling baik untuk menunjukkan kebaikan dan kemuliaan Pemilik nama, seperti Maha Menyayangi, Maha berkuasa, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Perkasa, dan lain sebagainya. فَادْعُوهُ بِهَا ۖ maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu Dengan menyebut Ya Rahman, Ya Haliim, Ya Aliim. Kerena Dia jika disebut dengan nama-nama baik-Nya dalam do’a maka itu menjadi salah satu sebab terkabulnya doa. وَذَرُوا۟ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمٰٓئِهِۦ ۚ dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya Yakni dengan mengubah lafadznya atau maknanya. Penyimpangan dalam penyebutan nama-nama Allah terjadi dalam tiga bentuk 1. Dengan merubahnya sebagaimana yang dilakukan orang-orang musyrik, mereka mengambil nama al-Laata nama berhala mereka dari kata Allah, nama al-Uzza dari kata al-Aziz, nama al-Manah dari kata al-Mannan. 2. Dengan menambah nama-nama yang ada, yaitu dengan membuat nama-nama lain sesuai keinginan mereka tanpa dalil dari Allah tentang itu. 3. Dengan mengurangi nama-nama yang ada, yaitu dengan mengingkari sebagian nama yang Dia miliki. Ada pendapat mengatakan bahwa ayat ini diturunkan untuk seseorang dari kaum muslimin yang berdoa dalam shalatnya Yaa Rahman Ya Rahim. Lalu seseorang dari orang-orang musyrik berkata bukankah Muhammad dan para sahabatnya mengaku bahwa mereka menyembah satu tuhan? Lalu mengapa orang ini berdoa kepada dua tuhan? Abu Hurairah berkata Rasulullah besabda “sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, yakni 100 kurang satu. Barangsiapa yang menyebutkannya niscaya ia akan masuk surga. Dia itu bilangannya ganjil dan menyukai bilangan ganjil.”📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi ArabiaDan sesungguhnya semua nama yang Ia miliki senantiasa d hati hamba yang taat kepada Allah, dan beriman kepada nama-nama yang baik itu, dan sungguh seorang hamba tidak akan menemukan nama yang lebih baik dan lebih agung daripada nama-nama Allah. Semoga Allah senantiasa memberikan kta kecintaan kepada-Nya dan pengetahuan tentang nama-nama Nya.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah180 Hanya milik Allah lah asmaa-ul husna nama-nama yang baik yang menunjukkan kesempurnaan dan kemuliaan sifat-Nya. Seperti Maha Pengampun, Maha Penyayang, Maha Mengetahui, dan Maha Kuasa, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Halim Ya Ghafur dan seterusnya, sebab dengan menggunakan itu lebih besar peluang untuk dikabulkan doanya. Tinggalkanlah orang-orang musyrik yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Seperti penyebutan mereka terhadap lafdhul jalalah dengan Ah yang maknanya mereka rubah dengan penyamaan terhadap makhluk. Juga dengan menyanggah kesempurnaan mutlak dari sifat Allah dengan menafsiri Kemahatahuan, Kemahamendengaran, dan Kemahamelihatan-Nya dengan sifat makhluk. Juga dengan merubah sifat/nama-nama Tuhan. Sebagaimana mereka dari nama Al aziz memeberikan nama uza, Al Manan dirubah dengan munah, atau dengan menambah maupun mengurangi. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Ayat ini turun untuk seorang laki-laki muslim yang berdoa dalam shalatnya Ya Rahman, Ya Rahim. Kemudian orang-orang musyrik berkata Muhammad dan para sahabatnya mengklaim bahwa mereka hanya menyembah satu tuhan, lalu bagaimana dengan perkataan pemuda itu yang menyebut dua tuhan? Maka turunlah ayat dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahAllah memiliki nama-nama yang terbaik. Maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut itu dan tinggalkanlah} tinggalkanlah {orang-orang yang mengingkari nama-namaNya} menyimpang dari kebenaran dengan nama-namaNya seperti orang-orang musyrik sebagaimana mereka menurunkan nama Latta dari nama “Allah” dan Uzza dari nama “Al-Aziz” {Mereka akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H180 ini adalah penjelasan tentang agungnya kemuliaan Allah dan luasnya sifat-sifatNya bahwa Dia memiliki asma’ al husna, yakni Dia mempunyai semua nama yang baik. Pedomannya adalah bahwa ia adalah semua nama yang menunjukkan sifat kesempurnaan yang agung. Dengan itu ia menjadi husna, karena jika seandainya ia tidak menunjukan sifat, hanya sekedar nama saja ia bukan husna. Begitu juga jika seandainya ia menunjukan sifat yang bukan sifat sempurna, bisa sifat kekurangan atau sifat yang mungkin menunjukan sifat kekurangan atau kesempurnaan, maka ia bukan husna, Semua nama-nama Allah menunjukan semua sifat yang mana ia diambil darinya yang meliputi seluruh maknanya. Seperti "al-alim" yang menunjukan bahwa Dia memilki ilmu yang umum lagi menyeluruh serta meliputi segala sesuatu, maka tidak ada sekecil apapun di bumi dan di langit yang luput dari ilmu Allah. "ar-rohim" yang menunjukan bahwa Dia mempunyai rahmat yang agung yang mencakup segala sesuatu. "al-Qodir" yang menunjukan bahwa DIa memiliki kuasa yang sempurna, tak sesuatupun yang dapat melemahkanNya. Dan nama-nama Allah lainnya yang termasuk kesempurnaan husnanya adalah bahwa Dia tidak dipanggil kecuali dengannya. Oleh karena itu Dia berfirman ”maka mohonlah kepadaNYa dengan menyebut Asma al husna itu” Ini mencakup doa ibadah dan doa meminta. Dia dipanggil dalam setiap keinginan yang sesuai dengan keinginan tersebut permohonan misalnya mengucapkan ”ya Allah ampunilah aku, sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau maha pengampun lagi maha penyayang terimalah taubatku wahai yang maha menerima taubat. Berikanlah rizki kepadaku wahai Dzat yang memberi rizki. Berlemah lembutlah kepadaku wahai Dzat yang maha lemah lembut. Dan yang sepertinya. FirmanNya, ”dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-namaNYa. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” yakni sebagai hukuman dan azab atas penyimpangannya pada nama-nama Allah. Hakikat penyimpangan yaitu membelokkannya dari apa yang ia jadikan untuknya. Bisa jadi ia digunakan sebagai nama untuk yang tidak berhak seperti orang-orang musyrikin yang memberi nama tuhan-tuhan mereka dengan nama namaNYa. Bisa jadi dengan meniadakan maknanya dan menyelewengkannya serta menafsirkannya dengan makna yang tidak diinginkan oleh Allah dan RasulNya, bisa pula dengan menyamakan dengan selainNya dengannya. Maka sudah sewajibnya berhati-hati terhadap penyimpangan dari para penyimpang padanya. Dalam hadits shahih dari Nabi beliau bersabda ”sesungguhnya Allah mempunyai Sembilan puluh Sembilan nama. Barangsiapa menghafalnya maka dia masuk surge” HR. BUKHORI No. 2736📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Al-A’raf ayat 180 Karena nama-nama tersebut menunjukkan sifat sempurna yang agung. Contohnya - Al Aliim Maha Mengetahui yang menunjukkan bahwa Dia memiliki ilmu yang meliputi segala sesuatu, tidak keluar dari pengetahuan-Nya seberat biji dzarrah pun di langit maupun di bumi. - Ar Rahiim yang menunjukkan bahwa Dia memiliki sifat rahmat sayang yang agung dan luas mengena kepada segala sesuatu. - Al Qadiir yang menunjukkan bahwa Dia memiliki kekuasaan yang menyeluruh, tidak dapat dikalahkan oleh sesuatu. - Dsb. Misalnya berkata, “Yaa Razzaq, urzuqnaa.” artinya Wahai Pemberi rezeki, berilah kami rezeki, “Yaa ghafuur, ighfir lii” artinya Wahai Maha Pengampun, ampunilah aku, “Yaa rahiiim, irhamnii” artinya Wahai Maha Penyayang, sayangilah aku, dsb. Maksudnya Jangan hiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk nama-nama selain Allah. Contoh ilhad adalah - Berdoa kepada Allah Azza wa Jalla dengan nama yang tidak sesuai dengan doanya. Misalnya meminta ampunan dengan nama-Nya Al Hasib Yang Menghisab. Seharusnya dengan nama-Nya Al Ghafuur Maha Pengampun. - Menambah dan mengurangi. Maksud menambah adalah menambah dari yang diizinkan, yaitu dengan mentasybih menyerupakan dengan makhluk, sedangkan maksud mengurangi adalah mengurangi dari yang diperintahkan, yaitu meniadakan. - Perbuatan yang dilakukan orang-orang musyrik, mereka menamai berhala mereka dengan 'Uzaa dari nama Allah Al 'Aziz, dan menamai dengan nama Laata, yang diambil dari laaz "Allah". Maha suci Allah dari hal dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 180Demikianlah, seseorang terjerumus ke dalam neraka karena mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah dan tidak mengingat-Nya. Maka pada ayat ini, Allah mengingatkan agar kita tidak melalaikannya dan selalu memanggil-Nya dengan nama-nama-Nya yang terbaik. Dan hanya Allah yang memiliki al-asma'' al-a'usna', yakni nama-nama terbaik yang menunjukkan keagungan dan kemahasempurnaan-Nya, maka berdoalah dan bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya, yaitu al-asma' ala'usna' itu. Dan tinggalkanlah serta waspadalah terhadap orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dengan menyalahartikan nama-nama-Nya. Jangan dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat keagungan Allah, atau dengan memakai al-asma' al-husna', tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan al-asma' al-husna' untuk nama-nama selain Allah. Mereka kelak, di dunia atau di akhirat, akan mendapat balasan yang sesuai dengan kadar kedurhakaan mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Kalau pada ayat 179 disebutkan tentang siapa yang akan menjadi penghuni neraka dari kalangan manusia dan jin, maka pada ayat ini di-tegaskan, dan di antara orang-orang yang telah kami ciptakan ada umat yang menjadi teladan dan selalu memberi petunjuk dengan dasar kebenaran, dan dengan dasar kebenaran itu pula mereka setiap saat selalu berlaku adil, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, tetapi menelusuri jalan tengah yang merupakan jalan kebaikan, dan mereka juga selalu berlaku adil dalam memutus segala perkara. Mereka itulah yang akan menjadi penghuni dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian aneka ragam penafsiran dari berbagai ahli tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-A’raf ayat 180 arab-latin dan artinya, moga-moga bermanfaat untuk kita. Dukunglah syi'ar kami dengan memberikan backlink ke halaman ini atau ke halaman depan Yang Banyak Dikaji Nikmati berbagai konten yang banyak dikaji, seperti surat/ayat Ayat Kursi, Asmaul Husna, Yasin, Ar-Rahman, Shad 54, Do’a Sholat Dhuha. Ada juga Al-Mulk, Al-Baqarah, Al-Kautsar, Al-Ikhlas, Al-Waqi’ah, Al-Kahfi. Ayat KursiAsmaul HusnaYasinAr-RahmanShad 54Do’a Sholat DhuhaAl-MulkAl-BaqarahAl-KautsarAl-IkhlasAl-Waqi’ahAl-Kahfi Pencarian surat kahfi, surat al insyirah latin dan artinya, surat an nahl ayat 125, surat maryam latin, surat al kautsar latin Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah Bisa menjadi doa yang baik untuk anak ilustrasi bayi Memberikan nama kepada anak adalah hal krusial yang harus dilakukan oleh orangtua. Memberi nama pada anak pun gak boleh sembarangan. Nama biasanya akan menjadi doa untuk pertumbuhan dan perkembangan sang anak. Bukan hanya bagus, kita juga perlu memberikan nama yang sarat akan maknanya juga harus yang bisa menjadi doa baik. Bagi umat Muslim, nama anak bisa didapatkan dari Al-Qur'an karena arti atau maknanya sudah pasti akan baik. Ini dia deretan inspirasi nama bayi perempuan yang ada dalam Al-Qur' Nama bayi dalam Al-Qur'an bermakna 'cantik'ilustrasi bayi Zahira muncul di Al-Ahzab ayat ke-52. Artinya adalah 'anak perempuan yang berwajah cantik'. Anisa nama Anisa banyak muncul di Al-Qur'an, khususnya dalam surat An-Nisa. Dalam bahasa Arab, Anisa artinya adalah perempuan. Namun, bisa diartikan juga sebagai 'cantik'. Hafsa nama ini muncul di surat At-Tahrim ayat 3. Secara singkat, Hafsa memiliki arti 'cantik'. Sonia Sonia berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti 'sangat indah' atau 'cantik'. Laiba Laiba memiliki arti 'kecantikan' dan 'keindahan'. Ghadah nama Ghadah memiliki makna 'perempuan yang cantik'. Rahma Rahma merupakan nama yang sering disebutkan dalam Al-Qur'an. Rahma memiliki arti rahmat, kasih sayang, dan karunia. Rahma juga punya arti 'cantik', namun lebih merujuk ke cantik dari dalam atau hati. Sofia kata 'Sofia' juga sering kali disebutkan dalam Al-Qur'an. Nama ini memiliki makna cantik, bijaksana, dan cerdas. Asma menurut bahasa Arab, asma yang berasal dari assumu artinya adalah 'ketinggian' atau 'derajat tertinggi'. Nama Asma biasanya muncul dalam kata Asmaul Husna di Al-Qur'an. Ada beberapa ayat yang kerap menyebutkan nama ini, mulai dari Al-A'raf Ayat 180 hingga Az-Zariyat Ayat 58. Asma juga bisa memiliki arti 'cantik'. Atiqa dalam bahasa Arab, Atiqa memiliki arti 'cantik, dermawan, dan menyenangkan'. 2. Rangkaian nama bayi perempuan dalam Al-Qur'anilustrasi bayi Labiqa Kabsya Abidah rangkaian nama Labiqa Kabsya Abidah juga ada dalam rujukan Al-Qur'an. Labiqa memiliki arti pandai. Kabsya artinya adalah 'gadis kecil' dan 'kuat'. Sedangkan Abidah adalah taat dan tekun. Jika digabungkan, artinya bisa menjadi 'pemimpin yang berani dan pekerja keras'. Malika Nufa Aziza rangkaian nama berikutnya yang sesuai Al-Qur'an adalah Malika Nufa Aziza. Di bahasa Arab, Malika memiliki arti Ratu. Nufa artinya adalah 'orang yang berbakat' atau 'gigih'. Ada juga Aziza yang maknanya 'bangsawan' atau 'mulia', diambil dari Asmaul Husna. Kalau digabungkan, maknanya adalah 'ratu yang mulia dan rupawan'. Zahwa Qarira Nazhira dalam bahasa Arab, Zahwa artinya adalah 'bunga' atau 'keindahan'. Qarira maknanya yaitu 'perempuan' atau 'perempuan dengan kelapangan hati.' Sedangkan Nazhira adalah 'menjadi pusat perhatian'. Rangkaian nama ini artinya adalah perempuan yang dianugerahi kebahagiaan dan menjadi pusat perhatian. Watsiqa Mazna menurut bahasa Islami, Watsiqa bermakna 'karismatik'. Mazna artinya adalah 'air yang membawa kesejukan'. Jika digabungkan, artinya adalah 'perempuan yang bersinar dan sukses'. Rana Aqila Humaira menurut bahasa Arab, Rana artinya 'dapat diandalkan. Aqila memiliki makna 'bijaksana, pandai'. Ada juga Humaira yaitu 'jelita' dan 'tangguh'. Deretan nama tersebut bisa mendefinisikan 'perempuan cantik dan cerdas'. Qamira Nur Syifa dalam bahasa Arab, Qamira mempunyai makna 'terang bulan' atau 'bercahaya seperti bulan'. Kata Nur sering juga disebutkan dalam Al-Qur'an dengan makna 'cahaya'. Sedangkan Syifa, biasanya ditulis Asy-Syifa dalam Al-Qur'an yang berarti 'penyembuh'. Arti rangkaian nama itu yakni 'perempuan dengan hati bersih, penuh cahaya, dan penyembuhan. Qafiya Nurul Jannah di bahasa Islami, Qafiya bermakna 'pembicara yang baik'. Nurul biasanya ditulis 'Nur' dalam Al-Qur'an yang berarti 'cahaya'. Jannah juga banyak disebutkan dalam Al-Qur'an, misalnya dalam surat Maryam ayat 61, artinya 'surga'. Rangkaian nama ini bermakna 'perempuan yang pandai menghormati dan ahli surga'. Numa Rayna Kamaliya dalam Islam, Numa mempunyai makna 'indah' dan 'menyenangkan'. Lalu, Rayna artinya yakni 'bersih' dan 'murni'. Sedangkan Kamaliya berarti 'kesempurnaan'. Jika digabungkan, maknanya menjadi 'pemimpin dengan kecantikan yang sempurna'. Mahreen Shafana Almahyra menurut bahasa Islami, Mahreen bermakna 'cantik' atau 'terang seperti matahari'. Shafana artinya yakni 'jujur' dan 'saleh'. Almahyra dalam bahasa Arab berarti 'baik' dan 'cerdas'. Deretan nama ini maknanya adalah 'perempuan cerdas yang menghiasi hidupnya dengan kejujuran'. Hana Dalilatul Inayah menurut bahasa Arab, Hana bisa bermakna 'kebahagiaan' dan 'kesenangan'. Dalilatul yakni 'jalan yang terang' dan Inayah adalah 'perlindungan'. Hana Dalilatul Inayah artinya 'perempuan yang mudah mendapatkan rezeki dari Allah'. 3. Nama bayi perempuan dalam Al-Qur'an yang berisi doa baikilustrasi bayi Mubsira nama ini terkandung dalam surat An-Naml ayat 13. Arti Mubsira dalam bahasa Arab adalah 'kecerdasan'. Kamila Kamila merupakan nama bayi perempuan yang ada dalam surat Al-Baqarah ayat 196. Dalam bahasa Arab, nama ini artinya adalah 'sempurna'. Khalisa Khalisa muncul dalam Al-A'raf ayat 32. Nama Khalisa artinya adalah 'suci dan bersih dari dosa'. Maisara nama Maisara ada dalam Al-Baqarah ayat 280 dan memiliki arti 'orang yang diberi kemudahan serta kesabaran dalam menjalankan kehidupan'. Ilmi nama Ilmi muncul dalam Al-Baqarah ayat 47, maknanya adalah 'ilmu pengetahuan'. Nama ini bisa merupakan doa agar anak menjadi sosok yang berilmu dan berpengetahuan. Faiqah dalam bahasa Islami, Faiqah maknanya adalah 'perempuan yang memiliki kedudukan tinggi'. Abidah nama Abidah artinya yaitu 'orang yang suka beribadah'. Abidah juga bisa bermakna 'orang yang beradab dan taat kepada Allah'. Mawaddah nama ini terkandung dalam surat An-Nisa ayat 73. Hamka mengartikan Mawaddah sebagai 'kasih sayang'. Nama ini bisa diartikan juga sebagai 'perempuan yang penuh kasih sayang dan kepedulian'. Rania nama Rania terkandung dalam Al-Tatfif ayat 14. Rania memiliki arti 'kemenangan dan kesuksesan'. Aiza Aiza merupakan nama bayi yang muncul di surat Al-Maidah ayat 54. Artinya adalah 'perkasa, dihormati, dan serta mulia'. Baca Juga 50 Nama Bayi Perempuan yang Disukai Allah SWT, Maknanya Berkah! 4. Pilihan nama bayi perempuan yang unikIlustrasi bayi perempuan j-carter-53083 Nuha diambil dari surat Thaha ayat 54 dan 128, artinya adalah 'kecerdasan serta kemampuan untuk berpikir'. Ayesha nama ini merupakan turunan dari aasya atau Aisyah. Artinya adalah 'jiwa dan semangat'. Khawla dalam bahasa Islami, nama Khawla artinya adalah rusa betina. Diharapkan, sang anak bisa menjadi cerdik, energik, dan pintar. Qanita nama Qanita diambil dari Al-Ahzab ayat 35. Artinya adalah 'taat' atau 'orang yang saleh'. Afida Afida merupakan nama yang muncul dalam An-Nahl ayat 78. Afida memiliki makna 'hati nurani yang baik'. Ruwa dalam bahasa Islami, nama Ruwa memiliki arti 'perempuan yang indah penampilannya'. Hilya terkandung dalam An-Nahl ayat 14. Nama ini memiliki makna 'perhiasan'. Mafaza dalam surat Ali Imran ayat 188 dan Az-Zumar ayat 61, nama ini memiliki arti 'kesuksesan besar'. Marzia Marzia tertulis dalam Al-Fajr ayat 28. Nama Marzia memiliki makna 'dia yang diridai Allah'. Habibah dalam bahasa Islami, Habiba artinya adalah 'anak perempuan yang dicintai'. 5. Kombinasi nama bayi perempuan, maknanya dalamilustrasi bayi perempuan georgia-maciel-1033378 Sarah Laila Salwa Sarah terkandung dalam surat Hud ayat 71-73 dengan arti 'pembawa kebahagiaan'. Laila ada dalam Ad-Dukhan ayat 3 yang artinya 'malam hari'. Salwa tercantum dalam Thaha ayat 80, artinya 'pembawa kebahagiaan'. Jika disatukan, artinya adalah 'perempuan pembawa kebahagiaan yang lahir pada malam hari'. Nazra Afifa Sabira Nazra terkandung dalam Al- Insan ayat 11 dengan arti bahagia dan kegembiraan hati. Afifa ada di An-Nahl ayat 78 dengan arti 'hati nurani'. Sabira di surat Al-Anfal ayat 66 dengan arti 'kesabaran'. Jika digabungkan, maknanya bisa menjadi 'anak perempuan dengan hati nurani penuh kesabaran dan kebahagiaan'. Aisyah Zainab nama Aisyah ada di An-Nur ayat 11-20 dengan arti 'hidup yang sehat'. Sedangkan Zainab ada di Al-Ahzab ayat 37, artinya 'baik'. Rangkaian ini memiliki arti 'anak perempuan yang baik dan selalu dilimpahkan kesehatan'. Ruhama Zahra Jannah Ruhama ditulis dalam Al-Fath yang artinya 'pemberi kasih sayang'. Zahra ada dalam Thaha ayat 131 dengan makna 'cantik bersih dan cemerlang'. Sedangkan Jannah terkandung di Ar-Ra'd ayat 35 dengan arti 'surga'. Kombinasi nama ini memiliki arti 'perempuan yang menawan, selalu memberikan kasih sayang, dan kelak akan mendapatkan surga'. Qalbu Rafifah dalam Al-Qur'an, Qalbu memiliki makna 'suatu anugerah dari Allah'. Sedangkan Rafifah adalah 'menyenangkan dan kemewahan'. Jika dikombinasikan, artinya adalah 'anugerah dari Allah yang menyenangkan'. Ghina Qadira Nabiha dalam bahasa Islami, Ghina artinya adalah kekayaan. Qadira maknanya 'kekuatan'. Nabiha adalah 'murah hati'. Ghina Qadira Nabiha artinya 'perempuan yang akan menjadi sosok murah hati'. Bilqis Aghnia Bilqis diambil dari An-Naml ayat 41-42, artinya adalah 'cantik'. Aghnia tertulis dalam Al-Baqarah ayat 273 dengan makna 'bersih dan suci'. Kombinasi nama ini menghasilkan arti 'perempuan yang cantik dan bersih'. Tsani Namiera Yanisha di bahasa Islami, Tsani bermakna 'perempuan yang selalu disanjung'. Namiera adalah 'berani' dan Yanisha yaitu 'harapan tinggi'. Jika disambungkan, maka memiliki arti 'anak perempuan yang selalu disanjung dan dapat menjadi harapan orangtua'. Alesha Adzkiya nama Alesha dalam Al-Qur'an artinya yakni 'selalu dilindungi Allah'. Adzkiya adalah 'perempuan saleh yang cerdas'. Kedua nama ini artinya adalah 'perempuan saleh dan cerdas yang selalu dalam lindungan Allah'. Ghalia Qulaibah dalam bahasa Arab, Ghalia memiliki arti 'berharga'. Sedangkan Qulaibah adalah 'kebaikan dari mata hati suci'. Rangkaian ini memiliki makna 'perempuan yang dihormati karena memiliki mata hati suci'. Itulah beberapa inspirasi nama bayi yang ada dalam Al-Qur'an. Kamu bisa menggunakan nama itu sesuai dengan arti nama bayi yang diinginkan. Semoga namanya bisa menjadi doa terbaik untuk anakmu kelak, ya! Baca Juga 50 Nama Bayi Laki-Laki Bahasa Inggris dan Artinya, Keren! Berita Terkini Lainnya

arti surat al a raf ayat 180 per kata